dia hanya sekedar menyapa,
kenapa keraguanmu muncul,
kenapa hatimu kembali tersentuh.
dia hanya sekedar ingin tahu,
maka berhentilah berpikir diluar jangkauan akal,
ingat jangan lagi menggali lubang yang sama.
dia hanya sekedar berbasa-basi,
maka balaslah dengan sepantasnya saja,
jangan berbelit-belit kemudian mencoba meminta lebih.
dia hanya seorang yang tak akan hadir,
kecuali dari sebuah keajaiban yang ditakdirkan oleh Sang Kuasa,
jadi berlalulah, dan lupakan saja.
Ambil cermin kejujuran,
dan tanya diri berulang kali hingga kau lelah,
hingga kau tak mampu lagi untuk bertanya...
dan pergilah,
pergilah bersama angin yang akan mengantarkanmu
pada tahap pencapaian yang terus mendekat,
semua kan indah pada waktunya,
dan yang kau butuhkan hanya satu;
Bersyukur!!!
Welcome to Matahari Ilmu
Jika hidup itu mengajarkanmu banyak hal, maka tuliskanlah sebagai sebuah tinta sejarah yang penuh hikmah....
Tuesday, November 09, 2010
Memberanikan diri menuju camp pengungsian,
sekedar membelah hati yang selama ini tertutp debu-debu dosa yang menganga,
akan sekuat apakah kaki ini mampu berpijak,
tanpa ada airmata,
setegar senyuman para kanak-kanak yang tidak pernah merisaukan hari,
dan kini aku akan berkata pada diri yang sombong ini,
hai, kau manusia...
sadarlah... fabiayyi ala irabbikuma tukadziban...???
Masih layakkah bibir bisu itu mengeluh dan menuntut...
Ini lebih dari sebuah peringatan..
ini cambukkan agar kau membuka mata, membuka telinga
dan yang paling penting membuka hati nurani,
tanpa sedetikpun memerankan sebagai sosok egois
yang hanya sibuk mengurusi kehidupan duniawi sendiri,
lihat lah jerit-jeritan yang tersembunyi...
lihatlah ribuan orang bergelimpangan tanpa hijab..
lihatlah, orang-orang yang kehilangan hampir semua kebanggaan duniawinya...
maka bukalah hatimu kembali,
kunjungi..
dan pergilah..
jangan biarkan langkah kakimu terhenti hanya karena sebuah ketakutan.
Tuhan selalu bersama hamba-Nya yang ikhlas.
November, 2010
sekedar membelah hati yang selama ini tertutp debu-debu dosa yang menganga,
akan sekuat apakah kaki ini mampu berpijak,
tanpa ada airmata,
setegar senyuman para kanak-kanak yang tidak pernah merisaukan hari,
dan kini aku akan berkata pada diri yang sombong ini,
hai, kau manusia...
sadarlah... fabiayyi ala irabbikuma tukadziban...???
Masih layakkah bibir bisu itu mengeluh dan menuntut...
Ini lebih dari sebuah peringatan..
ini cambukkan agar kau membuka mata, membuka telinga
dan yang paling penting membuka hati nurani,
tanpa sedetikpun memerankan sebagai sosok egois
yang hanya sibuk mengurusi kehidupan duniawi sendiri,
lihat lah jerit-jeritan yang tersembunyi...
lihatlah ribuan orang bergelimpangan tanpa hijab..
lihatlah, orang-orang yang kehilangan hampir semua kebanggaan duniawinya...
maka bukalah hatimu kembali,
kunjungi..
dan pergilah..
jangan biarkan langkah kakimu terhenti hanya karena sebuah ketakutan.
Tuhan selalu bersama hamba-Nya yang ikhlas.
November, 2010
Wednesday, November 03, 2010
Tanya Seorang Aku
Meski alam bergemuruh,Meski aroma kematian mencekam,
Meski badai menerjang hingga ke tulang,
Meski raga bersimbah darah,
Meski kedukaan masih basah,
Seorang aku masih bisa duduk diam,
merenung dan berpikir,
namun ketika hati menjadi lelah,
ia campakkan segala emosi kalahkan empati.
Seorang aku yang terpaku
Entah dimana rasanya kini.
Sudah matikah?
Kenapa ia tak bergeming?
Kenapa ia tak bergerak?
Kenapa ia hanya bergumam datar?
Seorang aku.
Dimanakah letak rasamu?
Dimanakah kau sembunyikan air matamu?
Apakah hatimu telah membeku?
Jangan,
Janganlah begitu.
November, 2010
Hanyalah Kosong
Ku ingin satu,
Ku ingin dua,
Ku ingin tiga,
Ku ingin lebih,
lebih....
dan lebih...
Tetapi yang kupunya hanyalah kosong.
Flamboyan, 2010
Ku ingin dua,
Ku ingin tiga,
Ku ingin lebih,
lebih....
dan lebih...
Tetapi yang kupunya hanyalah kosong.
Flamboyan, 2010
Biarkan
Subscribe to:
Posts (Atom)