Welcome to Matahari Ilmu

Jika hidup itu mengajarkanmu banyak hal, maka tuliskanlah sebagai sebuah tinta sejarah yang penuh hikmah....


Saturday, September 17, 2011

Yummy Satnight

Malam ini, malam minggu. Para Laskar Flamboyan berkumpul di kamarku (hmm... laskar flamboyan?? Wokeh juga kedengarannya^_^) Hanya sekedar berkumpul saja, sekalian mencicipi Sop ala Chef Nini Queen hehe.... Yah, akhirnya keinginan untuk memasak sup terealisasi juga. Berbekal 1 batang wortel, 1 buah kentang, sebungkus kecil bakso, setangkai daun bawang lengkap dengan seledri, 5 potong tahu, bawang merah goreng dan bumbu sup siap saji, jadilah semangkok sup yang yummmmmyyyyy..... Selain itu ditambah sambal terasi yang puedesssnya polll.... malam minggu terasa begitu sempurna^_^. Meski mungkin supnya agak aneh, tapi tetap saja terlihat sempurna dimataku...hehehe...

Hmm... jadi bangga juga ternyata sup "ala kadarnya" ini bisa dinikmati oleh 4 orang... Itu artinya, masakanku cukup wokeh...(siiip dah...). Mulai sekarang aku bertekad untuk masak sendiri. Selain sehat, ternyata murah juga bo'... dengan modal Rp.8000, - saja aku bisa bikin sup untuk 4 porsi.. Kalo jajan di luar mah, mungkin ga' akan dapat. Yup, sekalian itung-itung untuk belajar menggapai impian. Di masa depan, aku bercita-cita punya usaha di bidang kuliner yang laris manis^_^. So, dari sekarang aku mesti sudah nyicil (nyicil apa coba????)

Besok minggu mau masak apa lagi ya????
Kayaknya nasi goreng "ala kadar" mantap juga tuh....
coba ah.......^_^

Flamboyan di bulan September.






Saturday, September 10, 2011

Just Forgive

Teman, memaafkan itu berat ya...
Meski aku berusaha melapangkan hati ku,
merendahkan harga diriku demi sebuah kata maaf,
tapi mungkin luka itu terlanjur membekas bagimu.
aku hanya melihat kesombongan dan keegoisan yang bertahta.

Teman, tahukah kau...
terkadang aku juga ingin mendengar kata maaf darimu
dan sedikit saja rasa terima kasih darimu atas perjalanan kita,
tapi itu mungkin terlalu sulit,
aku pun akan melupakannya dan segera berlalu....

Teman, aku berharap tak ada lagi prasangka buruk antara kita,
Meski banyak hal yang tak terungkapkan,
banyak hal yang tak mampu tersampaikan,
dan banyak hal yang terabaikan,
Semoga Tuhan melembutkan hati-hati kita untuk membakar semua dendam.

Aku tlah lama mengaku kalah atas ketidakberdayaanku,
dan aku tak akan pernah mencari alasan atas kekalahan itu.
aku akan mengikhlaskan segala yang terjadi,
dan memantaskan diriku untuk sesuatu yang lebih baik.

Teman,
Aku yakin suatu saat kau pasti akan mengerti,
Biarlah waktu yang menjelaskan setiap apa yang luput dari mata, mulut dan hati kita....










Friday, September 02, 2011

The Reason

Terkadang sulit sekali untuk ikhlas melepaskan sesuatu yang kita sukai, ingini dan sayangi. Kita merasa amat sangat tersakiti jika sesuatu itu direnggut paksa. Dan kita merasa Tuhan sedang berbuat tidak adil. Itulah kebodohan manusia. Setelah waktu bergulir, manusia itu baru tahu alasannya kenapa yang menurutnya terbaik itu harus diambil. Tuhan selalu mempunyai jawaban yang indah, dengan cara yang cantik, dan terkadang  memberikan jawaban-jawaban tersebut melalui perjalanan waktu. Satu persatu, perlahan demi perlahan, ALLAH tunjukan. Boleh jadi apa yang menurut manusia itu baik, belum tentu baik menurut ALLAH. Dan boleh jadi apa yang menurut manusia buruk, belum tentu buruk menurut ALLAH. ALLAH itu Maha Hebat. Manusia kemudian hanya berusaha untuk menguatkan keyakinannya bahwa apa yang terjadi itu adalah takdir yang paling baik meskipun terlihat buruk. Tak ada kesulitan yang abadi, dan tak ada pula kesenangan yang abadi. Semua akan berjalan secara seimbang.

Kini aku mulai mengerti, mengapa semua harus terjadi. ALLAH, terima kasih. Semakin lama, semakin aku tahu, dan aku semakin yakin. Mungkin inilah alasannya.

4 Syawal 1432 H

Thursday, September 01, 2011

Special Moment

Akhirnya, Idul Fitri kali ini bisa dilalui bersama keluarga besar. Padahal tadinya sudah merasa seperti Bang Thoyyib, 2 kali puasa dan 2 kali lebaran tak pulang-pulang. Tak terasa, jumlah ponakan sudah 7 orang, dan akan bertambah satu orang lagi. 

Suasana sudah berbeda jauh dari 3 tahun yang lalu. Terkadang merasa asing, terkadang merasa aneh, dan terkadang merasa tersesat di planet entah berantah. Base camp yang dulu sering digunakan sebagai tempat untuk memandangi hujan dari balik jendela kini sudah berganti hak milik. Dan banyak perubahan yang kemudian memaksaku untuk memaklumi. Yah, dua tahun sudah. Waktu yang singkat. Tapi begitu banyak hal yang terjadi.

Seorang ponakan mengatakan aku Tante yang mantap. Mantap karena kini aku merasa seperti pembantu infal yang mengerjakan segala sesuatunya dirumah. Dari ngurus kebersihan rumah, nyu-pir yang orderannya tak pernah berhenti, taking care a baby and lain-lain sebagainya. Belum jadi jadi ibu rumah tangga saja repotnya sudah minta ampun, apalagi kalo nanti sudah berkeluarga dan punya "buntut" ya??? Hmm.... yah..yah... harus dimaklumi. Disikapi dengan sabar dan ikhlas. Bukan begitu????

Betapapun beratnya, tapi sudahlah dijalani saja. Mana tau lebaran besok statusku sudah berganti dari Nona menjadi Nyonya. Dan who know lebaran besok aku sudah diluar negeri. Hmm... yah.. yah.. jadi nikmati saja... hahaha............

Idul Fitri yang indah,
apapun itu bentuknya, dan apapun suasana hati yang bergejolak di dada...

Taqaballahu minna wa minkum.
Semoga menjadi manusia yang lebih baik.

Amin.









A Moment to Remember...

Awal Syawal menyisakan perenungan yang panjang... Betapa kenikmatan Ramadhan begitu cepat berlalu... tanpa disadari dan tanpa bisa untuk ditahan....

Semua berlalu begitu cepat..
Pun waktu yang terlampaui..

Merenungi kembali jejak-jejak yang tertinggal yang tak mungkin berulang...
menata diri... menata hati... menata kedewasaan untuk menyambut hari yang menanti...

Meski kadang ada memori yang membuat dada ini sulit untuk bernafas...
tapi dengan sebuah hentakan ikhlas dan sabar..
denyut itu pun kembali beredar secara normal...

Napak tilas detik-detik yang terlampaui...
ada ringan dibalik beban yang berat...
ada senyum dibalik tangis yang tersimpan...
ada bahagia dibalik kesedihan yang tertahan...
semua terlihat sebagai sebuah keadilan yang dimaklumi.

A moment to remember...
hanya untuk diingat...
tapi tidak untuk dilanjutkan....

3 Syawal 1432 H