Beberapa waktu yang lalu, aku menerima sms dari seorang sahabat yang berisi tentang ajakan untuk memblokir situs pertemanan, facebook. Hal ini disebabkan karena adanya halaman yang memuat kontes gambar kartun Nabi Muhammad.
Karena jarang membuka Fb, dan kurangnya akses informasi^_^, aku baru tahu bahwa tengah terjadi gelombang protes besar-besaran terkait masalah ini.
Demonstrasi dimana-mana. Bahkan pemerintah Pakistan dengan tegas memprotes dan memblokir Facebook.
Meskipun tak setegas pemerintahan Pakistan, Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim juga tak kalah ketinggalan menyuarakan protesnya... Dukungan ini juga ditunjukkan langsung oleh Din Syamsuddin yang langsung menutup tiga akun facebooknya.
Terkait hal ini, reaksi yang ditujukan teman-temanku bermacam-macam. Ada yang langsung menutup akun Fbnya, walaupun fb merupakan sarana penting untuk mempromosikan tulisan-tulisannya. Ada yang nyantai-nyatai wae..karena memang jarang membuka Fb. Dan ada juga berkomentar lucu. " Kalo lama-lama fb-nya di blokir, bisa-bisa para fans-nya bakalan merindukannya...". Olah..ck..ck.. walau aku tau konteksnya bercanda tapi tetap saja ini masalah harga diri umat Islam, bung...!!! Masalah fans?? Kelaut aja deh..^_^. Bukankah dulu juga kita masih tetap bisa silaturahim dan mengoleksi banyak fans tanpa fb..hehehe...
Kalo perlu umat Islam menciptakan situs jejaring pertemanan yang lebih mantap dari fb, jadi orang-orang musyrikin tak semena-mena lagi dengan umat Islam...
Welcome to Matahari Ilmu
Jika hidup itu mengajarkanmu banyak hal, maka tuliskanlah sebagai sebuah tinta sejarah yang penuh hikmah....
Tuesday, May 25, 2010
Excellent Words
Dunia infotaiment heboh. Ada sensasi baru. Seorang artis muda minggat dari rumah dan melapor ke KOMNAS Perlindungan Anak.
Ada Apa?
Si Artis cantik blasteran Indonesia-Belanda ini ternyata merasa hak-haknya sebagai seorang anak terampas. Dia merasa tidak memiliki kebebasan dan telah diperlakukan semena-mena oleh orang tuanya. Bahkan sempat berembus kabar bahwa orang tuanya akan dimeja hijaukan. Ini tentu pandai-pandainya infotaiment biar berita lebih hot lagi...
Namun syukurlah karena adanya tim Mediasi yang digawangi oleh Kak Seto masalah ini tak meluas. Konflik bisa diselesaikan secara kekeluargaan. "Intinya hanya masalah komunikasi", ujar laki-laki yang telah mendedikasikan waktunya untuk concern di dunia anak ini.
Aku sebenarnya tak tau banyak bagaimana kronologisnya^_^, tapi kebetulan aku menonton ketika si artis muda berusia 16 tahun ini diwawancara.
Ada sebuah kata bijak yang aku temukan.
Yap redaksinya lebih kurang seperti ini...
" Apapun yang telah terjadi dan apapun yang telah saya lakukan, saya tidak menyesal, karena semuanya merupakan pelajaran yang amat berharga untuk kedepannya. Dari kejadian ini saya berharap tidak akan jatuh lagi dalam permasalahan yang sama dan bisa menjadi lebih dewasa...."
Excellent words...
Yap... bagaimanapun menyesali masa lalu hanya akan membuat kita terpuruk dalam jurang dalam tak berujung. Bukankah kita hidup untuk masa depan bukan masa lampau?
Meskipun masa lalu bisa dijadikan kaca spion, tapi jika terlalu fokus dengan kaca spion dan tidak melihat jalan yang terhampar di hadapan maka tentu bisa timbul kecelakaan.
Apa salahnya membuat kesalahan.
Karena kesalahanlah yang membuat kita menjadi tau apa artinya benar.
Kita bisa menjadi belajar banyak dari kesalahan...
Dengan harapan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama.
Ada Apa?
Si Artis cantik blasteran Indonesia-Belanda ini ternyata merasa hak-haknya sebagai seorang anak terampas. Dia merasa tidak memiliki kebebasan dan telah diperlakukan semena-mena oleh orang tuanya. Bahkan sempat berembus kabar bahwa orang tuanya akan dimeja hijaukan. Ini tentu pandai-pandainya infotaiment biar berita lebih hot lagi...
Namun syukurlah karena adanya tim Mediasi yang digawangi oleh Kak Seto masalah ini tak meluas. Konflik bisa diselesaikan secara kekeluargaan. "Intinya hanya masalah komunikasi", ujar laki-laki yang telah mendedikasikan waktunya untuk concern di dunia anak ini.
Aku sebenarnya tak tau banyak bagaimana kronologisnya^_^, tapi kebetulan aku menonton ketika si artis muda berusia 16 tahun ini diwawancara.
Ada sebuah kata bijak yang aku temukan.
Yap redaksinya lebih kurang seperti ini...
" Apapun yang telah terjadi dan apapun yang telah saya lakukan, saya tidak menyesal, karena semuanya merupakan pelajaran yang amat berharga untuk kedepannya. Dari kejadian ini saya berharap tidak akan jatuh lagi dalam permasalahan yang sama dan bisa menjadi lebih dewasa...."
Excellent words...
Yap... bagaimanapun menyesali masa lalu hanya akan membuat kita terpuruk dalam jurang dalam tak berujung. Bukankah kita hidup untuk masa depan bukan masa lampau?
Meskipun masa lalu bisa dijadikan kaca spion, tapi jika terlalu fokus dengan kaca spion dan tidak melihat jalan yang terhampar di hadapan maka tentu bisa timbul kecelakaan.
Apa salahnya membuat kesalahan.
Karena kesalahanlah yang membuat kita menjadi tau apa artinya benar.
Kita bisa menjadi belajar banyak dari kesalahan...
Dengan harapan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama.
The Next Best Seller
Laki-laki itu masih tampak sama seperti beberapa tahun yang lalu aku melihatnya. Bersahaja dan sederhana.Meskipun novel dan film-nya telah membumi dimana-mana bahkan sampai mancanegara, tak tampak kesan kesombongan dari sosok manusia multi-talenta ini.
Aku melihatnya secara langsung, walau jarak kami terpisah cukup jauh. Wajahnya masih sama, suaranya masih sama, optimisme masih sama, visi dan misinya masih tetap sama yaitu menyebar nilai-nilai kebaikan.
Bumi Cinta.
Dua kata yang ia sematkan sebagai judul novel terbarunya.
Isinya masih bercerita tentang sosok ideal dari seorang laki-laki. Kalo dulu ada Fahri di "Ayat-Ayat Cinta", kemudian ada Abdullah Azzam di "Ketika Cinta Bertasbih" dan kali ini ada Muhammad Ayas di "Bumi Cinta".
Terkadang aku berpikir, cerita dari Ustadz lulusan Cairo University ini terlalu mengada-ada. Mana ada sosok laki-laki sempurna di dunia ini. Kalaupun ada mungkin hanya 1 diantara seribu.Belum lagi sosok wanita-wanita yang ditampilkan...bueh..sempurna abissss...^_^
Tapi sebaliknya dibalik tokoh-tokoh yang hampir mendekati "sempurna" itu sebenarnya terbersit sebuah harapan besar. Harapan kepada pemuda-pemuda Indonesia pada umumnya dan pemuda Islam khusunya untuk menjadi orang-orang yang hebat, yang mempunyai nilai plus..plus..plus.. seperti Al Quran berjalan gitu..
Yang membuat kagum adalah ternyata semua novel-novelnya terinspirasi dari Al Quran. Dan masing-masing novel merupakan hasil dari mentadaburi Ayat-ayat Al Qur'an. Subhanallah...
Banyak sekali ilmu-ilmu yang beliau sampaikan dalam novelnya, sehingga membaca novel tidak sekedar menjadi ajang untuk mencari kesenangan di waktu senggang tetapi juga menjadi sumber ilmu yang menginspirasi...
Aku melihatnya secara langsung, walau jarak kami terpisah cukup jauh. Wajahnya masih sama, suaranya masih sama, optimisme masih sama, visi dan misinya masih tetap sama yaitu menyebar nilai-nilai kebaikan.
Bumi Cinta.
Dua kata yang ia sematkan sebagai judul novel terbarunya.
Isinya masih bercerita tentang sosok ideal dari seorang laki-laki. Kalo dulu ada Fahri di "Ayat-Ayat Cinta", kemudian ada Abdullah Azzam di "Ketika Cinta Bertasbih" dan kali ini ada Muhammad Ayas di "Bumi Cinta".
Terkadang aku berpikir, cerita dari Ustadz lulusan Cairo University ini terlalu mengada-ada. Mana ada sosok laki-laki sempurna di dunia ini. Kalaupun ada mungkin hanya 1 diantara seribu.Belum lagi sosok wanita-wanita yang ditampilkan...bueh..sempurna abissss...^_^
Tapi sebaliknya dibalik tokoh-tokoh yang hampir mendekati "sempurna" itu sebenarnya terbersit sebuah harapan besar. Harapan kepada pemuda-pemuda Indonesia pada umumnya dan pemuda Islam khusunya untuk menjadi orang-orang yang hebat, yang mempunyai nilai plus..plus..plus.. seperti Al Quran berjalan gitu..
Yang membuat kagum adalah ternyata semua novel-novelnya terinspirasi dari Al Quran. Dan masing-masing novel merupakan hasil dari mentadaburi Ayat-ayat Al Qur'an. Subhanallah...
Banyak sekali ilmu-ilmu yang beliau sampaikan dalam novelnya, sehingga membaca novel tidak sekedar menjadi ajang untuk mencari kesenangan di waktu senggang tetapi juga menjadi sumber ilmu yang menginspirasi...
Duka di Bumi Cinta
Mendung hitam bergelayut diwajahnya, seolah-olah siap memuntahkan hujan dalam partikel yang cukup banyak. Bagaimanapun ia hanyalah seorang laki-laki, yang memiliki hak untuk bersedih dan menangis.
Belahan jiwa itu telah pergi dan tak akan pernah kembali.
Walau raga tak lagi bernyawa, tapi cinta itu akan tetap ada disana, terukir dalam lubuk hati yang terdalam.
Luka itu bukan hanya miliknya, tapi milik kita semua. Namun tentu yang paling terpukul atas kepergian wanita bersahaja itu tentulah seorang laki-laki yang telah setia menemaninya dalam suka dan duka,
dan dalam waktu bertahun-tahun lamanya.
Laki-laki itu masih tetap setia.
Meski kini tubuh itu terbujur kaku dibungkus peti kayu yang bisu.
Dia masih tetap disana, duduk dengan ketabahannya.
Inilah hidup...
Bertemu dan berpisah adalah episode yang tak mungkin bisa dielakkan.
Semua orang-orang yang kita cintai pada akhirnya akan berujung pada kematian, begitu juga tentunya dengan kita. Siapa yang dulu dan siapa yang terakhir, itu hanya masalah waktu.
Selamat jalan,
Ibu Asri Ainun Habibie.
Semoga mendapat tempat yang terbaik disisi-Nya.
Dan semoga ALLAH mengizinkan cinta itu tetap menyatu di yaumil akhir kelak.
Amin.
Belahan jiwa itu telah pergi dan tak akan pernah kembali.
Walau raga tak lagi bernyawa, tapi cinta itu akan tetap ada disana, terukir dalam lubuk hati yang terdalam.
Luka itu bukan hanya miliknya, tapi milik kita semua. Namun tentu yang paling terpukul atas kepergian wanita bersahaja itu tentulah seorang laki-laki yang telah setia menemaninya dalam suka dan duka,
dan dalam waktu bertahun-tahun lamanya.
Laki-laki itu masih tetap setia.
Meski kini tubuh itu terbujur kaku dibungkus peti kayu yang bisu.
Dia masih tetap disana, duduk dengan ketabahannya.
Inilah hidup...
Bertemu dan berpisah adalah episode yang tak mungkin bisa dielakkan.
Semua orang-orang yang kita cintai pada akhirnya akan berujung pada kematian, begitu juga tentunya dengan kita. Siapa yang dulu dan siapa yang terakhir, itu hanya masalah waktu.
Selamat jalan,
Ibu Asri Ainun Habibie.
Semoga mendapat tempat yang terbaik disisi-Nya.
Dan semoga ALLAH mengizinkan cinta itu tetap menyatu di yaumil akhir kelak.
Amin.
Monday, May 24, 2010
Poem
"Puisi bukan hanya sekedar ungkapan hati dan perasaan..."
"Puisi juga bukan sekedar permainan kata yang memiliki rima..."
" Tapi puisi adalah seni, seni yang membutuhkan keindahan.."
Komentar yang cukup berapi-api dari seorang pengamat puisi. Dan mungkin aku termasuk kedalam bagian yang dikomentari. Puisi yang kukirim pendek dan biasa.. tapi ketika dibacakan oleh host-nya timbul rasa bangga yang luar biasa..^_^
Puisi gue dibaca euy...
di dengerin orang euy...
walaupun semua puisi yang masuk dibacain juga...^_^
Seni.
Menciptakan seni itu tidak mudah. Dan tidak semua orang punya bakat seni.
Seni tak bisa dibuat-buat, dia lahir dan sudah ada semenjak lahir. Walaupun mungkin bisa dipelajari.
Tak perlu lah dipaksakan harus memiliki nilai seni..
Yang penting bisa bikin puisi...
Bisa mengungkapkan rasa...
Bisa memberikan kelegaan..
Memiliki seni atau tidak..
tentu itu urusan perspektif subjektif...
Hiah...dikasih masukan kok ngelawan...
Yo wes nrimo wae lah...
Dikasih saran yah mestine dijadikan perbaikan..
Yup mari nulis lagi...
"Puisi juga bukan sekedar permainan kata yang memiliki rima..."
" Tapi puisi adalah seni, seni yang membutuhkan keindahan.."
Komentar yang cukup berapi-api dari seorang pengamat puisi. Dan mungkin aku termasuk kedalam bagian yang dikomentari. Puisi yang kukirim pendek dan biasa.. tapi ketika dibacakan oleh host-nya timbul rasa bangga yang luar biasa..^_^
Puisi gue dibaca euy...
di dengerin orang euy...
walaupun semua puisi yang masuk dibacain juga...^_^
Seni.
Menciptakan seni itu tidak mudah. Dan tidak semua orang punya bakat seni.
Seni tak bisa dibuat-buat, dia lahir dan sudah ada semenjak lahir. Walaupun mungkin bisa dipelajari.
Tak perlu lah dipaksakan harus memiliki nilai seni..
Yang penting bisa bikin puisi...
Bisa mengungkapkan rasa...
Bisa memberikan kelegaan..
Memiliki seni atau tidak..
tentu itu urusan perspektif subjektif...
Hiah...dikasih masukan kok ngelawan...
Yo wes nrimo wae lah...
Dikasih saran yah mestine dijadikan perbaikan..
Yup mari nulis lagi...
Subscribe to:
Posts (Atom)