Semua hal memang sangat tergantung dengan suasana hati. Apapun itu. Mau kesal, marah, sedih, bahagia, dan lain-lain, semua tergantung suasana hati yang bersumber dari apa yang dipikirkan.
Suatu pagi yang cerah, dengan semangat yang pasti, aku melangkah ke perpustakaan. Energi optimisku tengah full saat itu. Namun, sayang, tak ada manusia yang pernah tau apa yang akan dihadapi dan ditemuinya dimasa yang akan datang, bahkan 1 detik kemudian.
Dan kenyataan itulah yang kutemukan. Tanpa disangaka dan diduga sebelumnya, aku bertemu dengan seseorang yang kelak mematikan aura positifku dihari itu. Kata-katanya lah yang menjadi sumber awan hitam. Sangat meruntuhkan mood. Dan ingin segera menjauh dari orang itu, aku pun buru-buru meninggalkan perpustakaan. Untuk meluapkan perasaanku, aku pun menceritakan pada seorang teman yang saat itu ikut serta bersamaku. Teman itu turut bersimpati dengan perasaanku dan mencoba untuk menghibur. Jadilah hari itu kelabu, meski matahari bersinar amat terik.
Keesokan harinya, dengan masih sedikit menyimpan kekesalan, aku menceritakan apa yang kualami kemarin dengan teman yang berbeda. Teman itu mendengarkanku dengan sikapnya yang tenang, sambil menyelidiki orang yang telah meruntuhkan mood-ku hari itu. Dengan senyuman, dia hanya berkata, "orang itu mungkin hanya bercanda..."
Hmmm... 5 kata itu membuatku berpikir keras. Betul juga ya, bisa saja orang itu hanya bermaksud untuk bercanda. Bisa jadi tak pernah terlintas di benaknya untuk menyakiti hatiku. Nah, jikapun apa yang dikatakan orang itu tidak benar, maka kenapa aku harus sewot dan sakit hati? Kenapa aku mesti marah, coba? Simple sekali bukan. Ini hanya menyangkut perasaan dan prasangka.
Setelah mendengar kata-kata temanku itu, aku menjadi lega. Benar yah, manusia itu sangat mudah sekali berprasangka dan menyimpan rasa. Namun kemudian pertanyaannya, akan mau dibawa kemana semua prasangka dan perasaan itu?
Mau marah...bisa...
Mau kesal...bisa...
Mau sedih....bisa..
tapi,
kalo mau bahagia juga bisa...
Mau ikhlas...bisa...
Mau memaafkan juga...bisa...
Bukankah semua tergantung dengan pilihan yang ingin kita pilih?
So, mau dibawa kemana???
Dibawa ke ALLAH tentu lebih menentramkan...^_^
Flamboyan, 2011
Welcome to Matahari Ilmu
Jika hidup itu mengajarkanmu banyak hal, maka tuliskanlah sebagai sebuah tinta sejarah yang penuh hikmah....
Thursday, October 20, 2011
Wednesday, October 19, 2011
Hanya Dilema Hati yang tak penting
Tak pernah terbayangkan sebelumnya menjadi seorang guru TK. Bahkan tak sedikit pun membayangkan. Namun, memang, tak ada yang bisa menolak jalan ALLAH. Dan tak ada yang pernah tahu betapa penuh misteri dan indahnya setiap perjalanan hidup yang ditakdirkan Tuhan kepada hamba-hambanya. Dan kini aku berstatus sebagai seorang guru TK. Meski tidak full day, hanya khusus bahasa Inggris, tapi aku amat sangat menikmati. Benar, tak pernah ku sangka akan terjebak dikerumunan anak-anak yang lucu, menggemaskan, dan terkadang menguras emosi. Tak pernah membayangkan tangan kecil yang suka dipeluk, yang suka disentuh dan suka bermanja-manja. Dan benar, disitulah aku kini berada. Mencoba menyelami kehidupan kanak-kanak yang unik dan penuh tantangan. Menikmati masa-masa sabar dan mengalahkan ego diri. Mereka anak-anak. Tidak boleh ada kata marah atau kesal. Tidak boleh ada larangan dengan mengatakan TIDAK dan JANGAN. Mereka masih begitu muda. Ibarat sebuah kaca, terkadang amat sangat rapuh. Mereka adalah lembaran kertas putih yang belum banyak terisi.
Dan apa yang terjadi, ketika seorang mahasiswa S2 mengajar di TK?. Ada yang merespon biasa saja, ada yang merespon positif, ada juga yang bernada miring. Dan apa sikapku? Yah, jika kumenangkan sisi plegmatisku, maka aku akan sangat down, dan tak berani lagi menginjakkan kaki di TK itu. Karena ini juga menyangkut Idelisme. Tapi idealisme seperti apa?
Apakah seorang guru harus memilih-milih jenis manusia untuk membagikan ilmunya? Apakah salah seorang anak S2 hanya mengajar TK? Menurutku, tak ada yang salah. Yang salah hanyalah prasangka-prasangka ku saja, yang kubiarkan tumbuh subur dan berkembang. Ini tentu akan sangat berpotensi mematikan semangatku.
Ya Sudahlah....
Ketika takdir mempertemukanku dengan makhluk-makhluk kecil itu, bukan berarti aku harus menjadi manusia sombong yang merasa super hebat. Atau bukan berarti aku merasa seperti orang bodoh yang tak punya pilihan.
Jika memang sekarang, masanya aku menikmati masa-masa indah bersama mereka, kenapa aku harus terusik dengan komentar disekelilingku?
Ini hanya sementara, ini hanya sebuah pembelajaran, ini hanya sebuah tantangan, dan ini adalah ibadah...
Apa sih yang ingin kucari di dunia ini?
Hmmm.... hanya 1 yaitu Keridhoan-Mu, Rabb....
Perpus UGM, di tengah turunnya hujan....
Dan apa yang terjadi, ketika seorang mahasiswa S2 mengajar di TK?. Ada yang merespon biasa saja, ada yang merespon positif, ada juga yang bernada miring. Dan apa sikapku? Yah, jika kumenangkan sisi plegmatisku, maka aku akan sangat down, dan tak berani lagi menginjakkan kaki di TK itu. Karena ini juga menyangkut Idelisme. Tapi idealisme seperti apa?
Apakah seorang guru harus memilih-milih jenis manusia untuk membagikan ilmunya? Apakah salah seorang anak S2 hanya mengajar TK? Menurutku, tak ada yang salah. Yang salah hanyalah prasangka-prasangka ku saja, yang kubiarkan tumbuh subur dan berkembang. Ini tentu akan sangat berpotensi mematikan semangatku.
Ya Sudahlah....
Ketika takdir mempertemukanku dengan makhluk-makhluk kecil itu, bukan berarti aku harus menjadi manusia sombong yang merasa super hebat. Atau bukan berarti aku merasa seperti orang bodoh yang tak punya pilihan.
Jika memang sekarang, masanya aku menikmati masa-masa indah bersama mereka, kenapa aku harus terusik dengan komentar disekelilingku?
Ini hanya sementara, ini hanya sebuah pembelajaran, ini hanya sebuah tantangan, dan ini adalah ibadah...
Apa sih yang ingin kucari di dunia ini?
Hmmm.... hanya 1 yaitu Keridhoan-Mu, Rabb....
Perpus UGM, di tengah turunnya hujan....
Monday, October 10, 2011
Tuhan Tolong Aku...
Begitu mudah untuk menyerah,
begitu mudah mengaku kalah,
ada apa?
kemana sisa-sisa energi tadi pagi?
kenapa menyimpan amarah tersembunyi
dan meneriakkannya dalam kebisuan yang tak terkenali,
sudah,
buang saja semua kekhawatiran yang tak mesti ada,
jika memang baiknya harus menangis, maka menangislah,
tak akan ada yang tau,
dan itu bukan suatu dosa.
Kita ini memang manusia lemah,
hanya mampu mengajukan permintaan demi permintaan
dan kemudian belajar untuk mengusahakan
jika akhirnya memang tidak mampu,
bukankah kita punya Dzat Yang Maha Kuat untuk mengadu...?
Hah... jangan jadi manusia sok jago,
akui saja jika memang lemah,
akui saja jika memang butuh pegangan...
Semakin lama kau simpan amarah itu,
jiwamu akan semakin tersiksa dalam kekhawatiran...
Lepaskanlah...
ikhlaskanlah...
dan bersabarlah...
Tuhan menyaksikanmu,
dengan segenap usahamu,
dengan segenap kesungguhan tindakanmu,
tersenyumlah pada kesulitan,
karena ia yang akan menghantarkanmu pada penghargaan kebahagiaan
Flamboyan, Oktober 2011
begitu mudah mengaku kalah,
ada apa?
kemana sisa-sisa energi tadi pagi?
kenapa menyimpan amarah tersembunyi
dan meneriakkannya dalam kebisuan yang tak terkenali,
sudah,
buang saja semua kekhawatiran yang tak mesti ada,
jika memang baiknya harus menangis, maka menangislah,
tak akan ada yang tau,
dan itu bukan suatu dosa.
Kita ini memang manusia lemah,
hanya mampu mengajukan permintaan demi permintaan
dan kemudian belajar untuk mengusahakan
jika akhirnya memang tidak mampu,
bukankah kita punya Dzat Yang Maha Kuat untuk mengadu...?
Hah... jangan jadi manusia sok jago,
akui saja jika memang lemah,
akui saja jika memang butuh pegangan...
Semakin lama kau simpan amarah itu,
jiwamu akan semakin tersiksa dalam kekhawatiran...
Lepaskanlah...
ikhlaskanlah...
dan bersabarlah...
Tuhan menyaksikanmu,
dengan segenap usahamu,
dengan segenap kesungguhan tindakanmu,
tersenyumlah pada kesulitan,
karena ia yang akan menghantarkanmu pada penghargaan kebahagiaan
Flamboyan, Oktober 2011
Thursday, September 22, 2011
Kapan ya???
Kapan wisuda? Kapan menikah? Pertanyaan yang semakin akrab saja ditelingaku. Tapi lagi-lagi, tak ada alasan untuk mengelak. Semua harus dihadapi. Sebagai wanita yang sudah matang (cie matang....kue kale^_^), semua pertanyaan-pertanyaan itu adalah sesuatu yang menjadi wajib untuk ditanyakan. Terkadang lelah juga menjawab dengan sejuta alasan hahaha..... Tapi.. yo wes, inilah masanya menerima pertanyaan-pertanyaan itu. Nanti setelah tamat, akan datang pertanyaan berikutnya "Dimana Bekerja?", kalo sudah nikah, "anaknya dah berapa?", "si kecil udah punya adek belum?''... Bweh.. kagak habis-habis dah pertanyaannya... So, keep enjoy with all of the things aja hahaha.....
Hmmm.... siapa seh yang gak pengen cepat-cepat dapat gelar Master, mendapat pekerjaan yang wokeh, menikah, and punya anak... haha.. kayak e guampang banget yo... Tapi kan itu semua ga semudah membalikkan telapak tangan, sambil nutup mata^_^. Semua juga terkait dengan seberapa serius seseorang untuk menjemput Takdirnya. Dan jalan setiap orang itu berbeda-beda, sebagai mana Allah menciptakan manusia tak ada yang sama. Ada yang diberi jalan mulus, ada yang berliku, ada yang menanjak... Nah, tak ada alasan juga kemudian untuk mencari alasan untuk menyalahkan Takdir.
Intinya mah, syukuri apa yang ada. Allah itu Maha Adil, dibalik kesulitan selalu ada kelapangan. Dibalik harapan selalu ada kesempatan^_^. Jawaban yang klasik dalam mencapai impian-impian tersebut adalah ada yang TEPAT WAKTU dan ada yang TEPAT PADA WAKTUNYA. Kalo ga' nomor satu, maka jawabannya ada di nomor dua.....
Flamboyan nan sunyi, 2011
Hmmm.... siapa seh yang gak pengen cepat-cepat dapat gelar Master, mendapat pekerjaan yang wokeh, menikah, and punya anak... haha.. kayak e guampang banget yo... Tapi kan itu semua ga semudah membalikkan telapak tangan, sambil nutup mata^_^. Semua juga terkait dengan seberapa serius seseorang untuk menjemput Takdirnya. Dan jalan setiap orang itu berbeda-beda, sebagai mana Allah menciptakan manusia tak ada yang sama. Ada yang diberi jalan mulus, ada yang berliku, ada yang menanjak... Nah, tak ada alasan juga kemudian untuk mencari alasan untuk menyalahkan Takdir.
Intinya mah, syukuri apa yang ada. Allah itu Maha Adil, dibalik kesulitan selalu ada kelapangan. Dibalik harapan selalu ada kesempatan^_^. Jawaban yang klasik dalam mencapai impian-impian tersebut adalah ada yang TEPAT WAKTU dan ada yang TEPAT PADA WAKTUNYA. Kalo ga' nomor satu, maka jawabannya ada di nomor dua.....
Flamboyan nan sunyi, 2011
Wednesday, September 21, 2011
Elegi Konyol
Pernah dulu, seorang temanku bertanya, "konyol itu penyebabnya apa sih? Apa itu penyakit?". Tanpa dalil yang jelas^_^, aku hanya menjawab itu adalah prilaku atau kebiasaan dari kecil. Karena kurang teliti, kurang detail jadinya suka keterusan melakukan hal-hal konyol. Tentu saja, jawaban tanpa dasar ini, tidak serta merta diterima oleh temanku. Dan aku pun tidak mau meng-argue sesuatu yang memang tidak aku pahami... Jadi kami memulangkan jawabannya pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing. ;-P
Dan beberapa waktu lalu, aku juga melakukan kekonyolan itu. Kekonyolan yang membuatku sangat malu. Dimulai ketika aku berkenalan dengan seseorang untuk keperluan acara Pelayanan Kesehatan. Sebelumnya aku belum pernah bertemu dengannya. Aku hanya diberikan nomor Hape dan nama teman tersebut. Nama yang dituliskan terdiri atas 2 kata. Ketika meng-sms, aku memilih memanggilnya dengan nama yang kedua, karena ke-sok-tau-an ku terhadap bahasa Arab (ga' usah diceritakan deh, mukaku jadi tambah merah neh...hehe...). Kemudian teman baruku itu membalas sms tersebut, disertai dengan namanya (kata pertama namanya). Karena tidak teliti, sms berikutnya aku kembali memanggilnya dengan nama yang kedua sampai sms2 berikutnya berlanjut.
Keesokkan paginya, aku men-cek kembali sms tersebut, karena kami mempunyai janji untuk bertemu di tempat dan jam yang telah ditentukan. Pagi itulah aku baru sadar bahwa nama teman baruku itu ternyata ada di kata yang pertama sedangkan kata yang ke dua adalah singkatan dari nama Universitasnya. Aku jadi ngakak sendiri. Masyaallah, kenapa aku bisa sekonyol itu. Dan kenapa aku sadarnya sangat terlambat, setelah beberapa kali aku memanggilnya dengan nama universitasnya^_^. Alamak....
Kekonyolan berikutnya, ketika kemudian kami merubah tempat janjian untuk bertemu. Dia memilih untuk bertemu di depan Yogya Plaza Hotel saja. Aku bingung lagi neh... Itu tempat dimana yah, namanya ga' asing, tapi aku lupa lokasinya.... Kemudian aku sms lagi, untuk menanyakan lokasi hotel itu dimana. Nah, sambil menunggu jawaban aku bertanya pada teman satu kostku, dengan nada gemas, temanku menjawab, tu hotel kan ada diseberang jalan tak jauh dari kampusku. Aku pun baru sadar, tu hotel kan hampir setiap hari kulewati..... Bbeehhhhhh..... parah yah hahaha..... Astaghfirullah... malu sekali.
Hal konyol seperti itu sangat memalukan, tapi terjadi...
Semoga tak pernah terjadi lagi dah...
Amin.^_^
Flamboyan, 2011
Dan beberapa waktu lalu, aku juga melakukan kekonyolan itu. Kekonyolan yang membuatku sangat malu. Dimulai ketika aku berkenalan dengan seseorang untuk keperluan acara Pelayanan Kesehatan. Sebelumnya aku belum pernah bertemu dengannya. Aku hanya diberikan nomor Hape dan nama teman tersebut. Nama yang dituliskan terdiri atas 2 kata. Ketika meng-sms, aku memilih memanggilnya dengan nama yang kedua, karena ke-sok-tau-an ku terhadap bahasa Arab (ga' usah diceritakan deh, mukaku jadi tambah merah neh...hehe...). Kemudian teman baruku itu membalas sms tersebut, disertai dengan namanya (kata pertama namanya). Karena tidak teliti, sms berikutnya aku kembali memanggilnya dengan nama yang kedua sampai sms2 berikutnya berlanjut.
Keesokkan paginya, aku men-cek kembali sms tersebut, karena kami mempunyai janji untuk bertemu di tempat dan jam yang telah ditentukan. Pagi itulah aku baru sadar bahwa nama teman baruku itu ternyata ada di kata yang pertama sedangkan kata yang ke dua adalah singkatan dari nama Universitasnya. Aku jadi ngakak sendiri. Masyaallah, kenapa aku bisa sekonyol itu. Dan kenapa aku sadarnya sangat terlambat, setelah beberapa kali aku memanggilnya dengan nama universitasnya^_^. Alamak....
Kekonyolan berikutnya, ketika kemudian kami merubah tempat janjian untuk bertemu. Dia memilih untuk bertemu di depan Yogya Plaza Hotel saja. Aku bingung lagi neh... Itu tempat dimana yah, namanya ga' asing, tapi aku lupa lokasinya.... Kemudian aku sms lagi, untuk menanyakan lokasi hotel itu dimana. Nah, sambil menunggu jawaban aku bertanya pada teman satu kostku, dengan nada gemas, temanku menjawab, tu hotel kan ada diseberang jalan tak jauh dari kampusku. Aku pun baru sadar, tu hotel kan hampir setiap hari kulewati..... Bbeehhhhhh..... parah yah hahaha..... Astaghfirullah... malu sekali.
Hal konyol seperti itu sangat memalukan, tapi terjadi...
Semoga tak pernah terjadi lagi dah...
Amin.^_^
Flamboyan, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)