Welcome to Matahari Ilmu

Jika hidup itu mengajarkanmu banyak hal, maka tuliskanlah sebagai sebuah tinta sejarah yang penuh hikmah....


Saturday, April 24, 2010

Tukang Becak Naik Haji


Menunaikan Ibadah Haji merupakan impian terbesar setiap muslim. Bagi orang yang berkecukupan, hal ini bisa diwujudkan bahkan mungkin berkali-kali. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang lemah secara ekonomi? Jangan khawatir juga karena ALLAH Maha Berkehendak, Kun fa ya kun. Kita hanya perlu yakin akan itu. Jika boleh memakai istilah seorang teman, “naik haji adalah suatu keniscayaan, semua hanya masalah waktu….”

Ini adalah sebuah kisah nyata dimana ALLAH tidak memilih-milih tamunya untuk satang ke rumah-Nya yang Agung. Salah satunya adalah Pak Sugi seorang tukang becak yang tinggal di Semarang. Jika dibayangkan dengan akal sehat, maka seorang tukang becak yang hanya berpenghasilan pas-pasan rasanya mustahil bisa berangkat haji. Tapi ini memang diluar akal sehat. Ternyata kebaikan-kebaikan yang dilakukan bisa mengantarkan kita pada nikmat yang luar biasa.

Suatu ketika seorang pengusaha kaya datang ke kota semarang. Setelah meletakkan barang-barangn di hotel maka dicarilah becak yang bisa mengantarkannya keliling kota Semarang. Waktu itu terpilih Pak Sugi. Malam kian larut, Pak Sugi masih setia menemani kliennya tadi untuk berkeliling kota Semarang. Hingga akhirnya, langit menunjukkan akan datangnya waktu subuh. Tiba-tiba Pak Sugi meminta maaf kepada kliennya karena tidak bisa lagi mengantar keliling kota. Sang pengusaha bertanya, kenapa?. Pak sugi menjawab bahwa dalam hidupnya ia sudah berkomitmen untuk selalu sholat 2 rakaat sebelum subuh, kemudian menghimbau orang-orang untuk sholat dengan adzannya, dan setelah itu melaksanakan sholat berjama’ah. Dan sekarang sudah hampir subuh maka ia harus segera mencari mesjid.

Mendengar penjelasan tersebut, si pengusaha semakin penasaran. Ia tak menyangka bahwa ada seorang tukang becak yang memiliki prinsip. Maka penguasaha tadi memberikan penawaran, “tetaplah menemani saya berkeliling, nanti saya akan berikan uang Rp.500ribu.” Pak Sugi menjawab “bukan saya tidak butuh atau tidak mau uang, tapi saya masih ingat pesan seorang ustadz bahwa sholat 2 rakaat sebelum subuh jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. Jadi maaf saya tidak bisa mengantarkan Anda berkeliling, nanti saya akan carikan tukang becak yang lain ….”

“ Bagaimana kalo saya tambahkan menjadi Rp. 1 juta, apakah Bapak mau mengantarkan saya?” tanya si pengusaha. Pak Sugi tetap tak tertarik, apalagi dari sebuah microphone mesjid sudah terdengar lantunan Asmaul Husna yang menandakan bahwa sebentar lagi adzan akan berkumandang. Akhirnya pengusaha itu pun menyerah dan ikut bersama Pak Sugi mencari mesjid dan melaksanakan sholat berjamaah. Ketika iqomah selesai dibacakan sang pengusaha berdo’a, “ Ya ALLAH, izinkanlah hamba dan laki-laki ini datang berkunjung ke rumah-Mu..”

Setelah itu mereka sholat berjama’ah. Selesai sholat dan berdo’a sesuai dengan kebutuhan masing-masing maka sipengusaha tadi memeluk Pak Sugi dengan erat. Kemudian ia katakana bahwa ia ingin ke Baitullah bersama-sama dengan Pak Sugi. Subhanallah…akhirnyaa tukang becak yang mencintai Tuhan diatas segala-galanya menjadi salah satu tamu yang di undang ALLAH untuk berhaji.

Sebenarnya sipengusaha tadi bukanlah sembarang orang. Dia juga rajin beribadah. Tapi ketika dia melihat prinsip dan komitmen yang dipegang oleh Pak Sugi maka ia ingin menguji seberapa kuat komitmen itu.

Apa yang dialami Pak Sugi, hanya sepenggal kisah yang menunjukkan ke-Maha Kuasa-an ALLAH. Masih banyak ceritaa-cerita hebat lainnya yang terukir dari hamba-hamba-Nya yang sholeh. Semoga kita bisa mencontoh keteladanan ini dan semoga ALLAH berkenan untuk mengundang kita juga untuk berkunjung kerumah-Nya. Amin.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment